Saturday, November 30, 2013

SemNas Peran ABG Dalam Implementasi Konsep Blue Economy

Bpk suseno


(Dr.Suseno Sukoyono)


Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya pada Kamis (28/11) menyelenggarakan Seminar Nasional Blue Economy bertemakan "Peran ABG (Academics, Businessman dan Goverment) Dalam Implementasi Konsep Blue Economy di Bidang Perikanan dan Kelautan," di gedung Widyaloka.

Acara dibuka oleh Pembantu Dekan II, Ir. Alfan Djauhari, MS., Alfan menyampaikan dalam sambutannya tema ini lahir dari situasi mahasiswa FPIK UB yang mencapai sudah 4000 dan hal ini menunjukan animo terhadap bidang ilmu kelautan semakin baik. Bisa dilihat dari aktifitas mahasiswa FPIK yang padat dengan diisi kegiatan diskusi dan seminar.

Menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya masih banyak nelayan yang miskin, banyak yang merusak laut serta rentenir yang banyak mengurung kemiskinan nelayan. “ Yang paling disayangkan adalah kebijakan pemerintah yang tidak mengarah pada marine culture yang mengoptimalkan sumber daya laut. Harapannya dengan adanya seminar ini bisa turut mendukung konsep blue economy dan diwujudkan di Indonesia," jelasnya.

Pada sesi pertama dibahas materi oleh Dr.Suseno Sukoyono Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan KKP. Suseno menyampaikan  pada dasarnya mengelola sumber daya perikanan seperti mengelola sumber daya manusia.

“Seminar nasional ini sangat strategis dalam mendukung penyiapan Sumber Daya Manusia mengelola potensi sumberdaya kelautan dan perikanan Indonesia dengan pendekatan ekonomi biru. Ekonomi biru merupakan pendekatan satu komoditi perikanan menghasilkan
multi revenue,” ungkapnya.

Lebih lanjut dicontohkan, ikan bandeng selain dagingnya dikonsumsi, duri dan tulangnya yang biasanya dibuang dapat dimanfaatkan menjadi kerupuk kalsium yang bernilai ekonomi.  Kegiatan ini telah dilakukan pada berbagai unit pendidikan Kementerian Kelautan dan Perikanan seperti Akademi Perikanan Sidoarjo dan Sekolah Umum Perikanan Pariaman.

“Kegiatan belajar mengajar lingkup KKP telah menghasilkan lulusan siap pakai, lulusan yg menciptakan lapangan pekerjaan serta berbagai produk olahan perikanan yang memenuhi pasar retail modern seperti Carrefour,” paparnya.

Dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 yang membutuhkan 110 juta tenaga kerja terampil  maka Suseno merekomendasikan pendidikan dengan kurikulum yang adaptif dengan porsi kegiatan praktek mahasiswa lebih banyak dibandingkan teori. Suseno juga menawarkan berbagai kerjasama dalam dan luar negeri yang telah dilakukan KKP dapat dimanfaatkan oleh peserta.

Courtesy : Prasetya UB

Share this

0 Comment to "SemNas Peran ABG Dalam Implementasi Konsep Blue Economy"

Post a Comment