Monday, December 23, 2013

Indonesia, Tersenyumlah !

flag-map_of_indonesia

"Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!" (Bung Tomo).

Dalam hitungan hari, kita akan melewati 2013, dan kemudian memasuki 2014. Di 2014, banyak orang yang mengatakan akan terjadi sebuah pertarungan politik, pertarungan politik antar-partai politik, yang akan berlomba-lomba dalam menaikan elektabilitasnya dimata masyrakat, dan kemudian menjadi sebuah bahan analisis dimasing-masing partai politik, sejauh mana kerja-kerja politik berhasil selama empat tahun sebelumnya.

Berfikir jauh dari politik dan partai politik, di 2013 sudah banyak hal yang terjadi dalam negeri ini. Mulai yang baik hingga yang buruk, dari masalah kejahatan moral, hingga prestasi yang di dapat, baik itu muda ataupun tua, semua sudah menjadi sebuah memori untuk bangsa ini. Banyaknya sebuah momentum yang terjadi membuat bangsa ini menjadi negeri yang mungkin menarik untuk di amati, hingga di akhir tahun Indonesia digeger kan akan penyadapan Australia terhadap pemimpin negeri ini.

Tidak hanya digegerkan akan kasus penyadapan, yang sampai saat ini, tidak jelas mau ke mana kasus itu, atau jangan-jangan itu settingan pemimpin negeri ini, untuk mencari simpati terhadap rakyat, ya entahlah, negeri ini memang sudah terbiasa akan sebuah misteri, dari kuntilanak, pocong hingga korupsi.

Semua sudah menjadi misteri, dan masyarakat hanya sebagai penikmat telenovela ataupun sinetron-sinetron yang lebih menghibur, ketimbang melihat berita-berita yang isinya itu dan itu, atau pemudanya lebih memilih untuk menjadi apatis, karena sudah menikmati yang namanya seks bebas, narkoba atau lebih baik berprestasi dengan passion-nya.

Inilah cerita bangsaku di 2013, yang telah memasuki era post-modernism, di mana anak muda lebih senang interaksi melalui dunia maya, sibuk dengan gadget-nya atau lebih senang dengan tongkrongannya. Ya inilah cerita yang akan diceritakan di tahun esok, yang mungkin bisa diambil "hikmahnya".

Indonesia Punya Kita

Wahai kalian yang rindu kemenangan, wahai kalian yang turun kejalan, demi mempersembahkan jiwa dan raga, untuk negeri tercinta. (penggalan mars mahasiswa)

Kawan, sebelumnya telah sedikit membahas fenomana yang terjadi di 2013, di mana fenomena yang terjadi begitu unik dan menjadi sebuah misteri yang mungkin hanya Allah yang tahu kapan akan terungkapnya misteri-misteri yang ada di Indonesia. Sadar lah kawan bahwa kita sebagai pemuda memiliki amanah yang begitu besarnya, dan ini bukan hanya pekerjaan sendiri, melainkan ini adalah amanah bersama.

Para pahlawan bangsa ini, telah banyak berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan, dan mereka memiliki harapan terhadap penduduk negeri ini, untuk senantiasa melanjutkan perjuangan, agar bangsa ini tidak dipermaikan dengan negeri-negeri yang maju, dan Indonesia mampu bersaing, bukan dibodohi.

Pertanyaan mendasar, lalu siapa yang siap berjuang untuk bangsa ini? Ya jawabannya sederhana, yang mampu berjuang dan membela negeri ini dengan kekuatan pikiran ataupun tenaga yaitu adalah pemuda. Pemuda yang telah tersohor dalam setiap zamannya, yang banyak menawarkan solusi untuk bangsa ini, dengan pikiran, tenaga ataupun passionnya yang membuat bangsa ini menjadi terlihat dan mampu bersaing di kancah internasional.

Mereka sadar, bahwa Indonesia itu punya kita semua, maka ketika sadar sudah memiliki yang sangat berharga, mereka (red.pemuda) mengeluarkan segala potensinya untuk mempertahankan dan memajukan bangsa ini, agar Indonesia kelak mampu menjadi Negara yang tidak dipandang sebelah mata. Untuk itu, bagi kamu yang cinta dengan Indonesia, tunjukan dan keluarkanlah potensimu untuk menjaga, merawat dan memajukan bangsa ini.

Tersenyumlah Indonesia

"Pemuda itu minim sekali dengan pengalaman. Justru dengan minimnya pengalaman ia tidak menawarkan masa lalu, melainkan menawarkan masa depan," Anis Baswedan.

Cinta yang akan menumbuhkan rasa pengorbanan, maka cintailah Indonesia, agar kita tahu bagaimana berjuang, dan agar kita dapat merasakan rintihan ibu pertiwi, karena melihat pemudanya apatis dan pemerintahannya opurtunis.

Di akhir tahun ini, mari kita merefleksikan pribadi kita sebagai makhluk sosial, yang memliki sebuah amanah untuk dapat saling membantu antar sesama, bukan bertikai.

Akhir 2013 ini, begitu banyak yang seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga buat kita, dari ketidakstabilan ekonomi, hingga manajemen sumber daya manusia yang karut marut, di mana masih banyak orang-orang yang tak memiliki elektabilitas untuk membenahi negeri ini, berkeliaran di gedung parlemen ataupun istana. Sedangkan orang-orang yang memeliki kapasistas, dibuat opini untuk membenci dan di buang dari bangsa ini.

Kawan di penghujung akhir tahun ini, bukan hanya sebuah doa yang mengharapkan perubahan, yang mengharapkan pemimpin yang senantiasa adil dan peduli dengan rakyat, atau bukan harapan kosong terhadap aleg-aleg yang senantiasa mewakili rakyat dalam membela kepentingan rakyat, melainkan itu semua harus ada yang namanya pergerakan sebagai rasa ikhtiar kita untuk membela, menjaga dan merawan bangsa ini.

Pergerakan itu mari kita lakukan sesuai dengan pasiion yang kita miliki, karena dalam melakukan perubahan perlu dilandasi kesadaran akan cinta terhadap tanah air ini. Ketika saat ini masih amburadul dengan manajemen keuangan atau yang lainnya, karena itu kita perlu belajar akan arti penting tentang manajeman, Racep Teyyeb Erdoga, mengatakan "bahwa, membangun negeri ini untuk maju, perlu dilandasi kepercayaan kepada tiga hal: Pertama, manajeman sumber daya manusia. Kedua, manajemen informasi. Dan ketiga manajemen keuangan. Ya itulah pelajaran yang seharusnya kita ambil dan di pelajari.

Dengan kondisi sekarang, yang mulai meresahkan mari kita berdiri di tanah air sendiri, dan tunjukkan kepada dunia, aksi kecil yang berujung perubahan, agar Indonesia mampu tersenyum lebar, karena pemuda Indonesia bersatu untuk menjaga, merawat dan memajukan bangsa Indonesia.

Dan sudah sepatutnya kita mulai membuka halaman selanjutnya dan siapkan pena untuk menuliskan sejaraha di 2014 atapun seterusnya. Karena kita pemuda, kita harus bisa, dan berani untuk melakukan perubahan. Beginilah Indonesia mengajarkanku, dengan kondisi seperti ini aku cinta untuk memperbaiki, dengan kerja ikhlas dan berusaha harmoni dalam bergerak.

Courtesy : Kampus Okezone

Share this

0 Comment to "Indonesia, Tersenyumlah !"

Post a Comment