Tuesday, December 31, 2013

Rumah Para Raksasa Teknologi di 'Bukit Silicon'

Hill

Austin, Texas - Di kalangan penggiat teknologi, nama Silicon Valley memang jauh lebih popular. Namun Amerika Serikat tak punya cuma 'Lembah Silicon', ada juga Silicon Hill alias 'Bukit Silicon' yang juga jadi rumah para raksasa teknologi.

Adalah Austin -- ibukota dari negara bagian Texas -- yang menjadi tempat bernaungnya kawasan yang disebut sebagai Silicon Hill tersebut. Di sini, bisa ditemui sejumlah markas besar, kantor perwakilan atau pusat riset dan pengembangan dari para vendor teknologi.

Mulai dari Advanced Micro Devices (AMD), Apple, eBay, Google, IBM, Intel, Texas Instruments, 3M, sampai Dell. Austin juga menjadi 'surganya' para startup lantaran begitu banyaknya para startup yang merintis bisnisnya dari kota ini.

Menurut data Austin Chamber of Commerce, kota ini pada tahun 2012 lalu mendapat gelontoran investasi sebesar USD 621 juta. Menariknya, bisnis software dan semokonduktor mendapat porsi yang signifikan dari total investasi tersebut, mencapai 43%.

Para pemilik modal begitu rajin mengucurkan dananya kepada para startup tersebut. Hal ini dipercaya karena Austin diyakini akan menjadi kota yang dapat melahirkan inovasi teknologi.

Keberadaan kampus populer University of Texas juga memberi imbas yang signifikan untuk meningkatkan kepercayaan para investor tersebut. Selain tentunya, para raksasa teknologi sudah lebih dulu membangun markasnya di Austin.

John Thornton, General Partnert AustinVentures selaku salah satu investor, mengungkapkan bahwa industri software, chip, dan enterprise solution jadi motor penggerak para penggiat teknologi di Austin.

Sementara Isaac Barchas, Direktur Austin Techonology Incubator, seperti dilansir dari New York Times menyatakan, para startup di Austin lebih melihat peluang dari sisi layanan internet. "Seperti layanan HomeAway dan RetailMeNot, mereka menciptakan tools yang memungkinkan pengguna untuk mengeksplorasi internet dengan lebih efektif," paparnya.

Mahasiswa Drop Out yang Jadi Panutan

Dari sekian banyak pebisnis teknologi di Austin, satu nama yang seringkali dibangga-banggakan warga Austin adalah sosok Michael Dell. Ya, ia adalah pendiri dan CEO perusahaan komputer dan teknologi Dell Inc.

Siapa sangka Michael Dell merupakan mahasiswa drop out dari University of Texas. Namun dengan modal USD 1.000 dan saat itu masih berumur 19 tahun, Dell muda sudah berani untuk merintis startup dari kamar asramanya yang kini sudah meraksasa. Hebatnya lagi, pada tahun 1992 di usia 27 tahun, Michael Dell jadi CEO termuda yang pernah memimpin sebuah perusahaan yang masuk dalam kategori Fortune 500. Michael Dell turut berperan besar dalam revolusi komputer PC di dekade 1990-an. Pada tahun 1985, PC'S Limited -- awal mula Dell Inc -- menciptakan komputer pertamanya yang dinamakan Turbo PC dan dijual senilai USD 795. PC'S Limited mengiklankan Turbo PC di berbagai media dan menjualnya secara langsung pada konsumen. Konsumen pun bisa memilih berbagai opsi hardware di komputer yang dibeli.

Perusahaan Michael itu mencapai sukses besar dan meraup pendapatan sampai USD 73 juta pada tahun pertama operasionalnya. Pada tahun 1988, PC'S Limited berubah namanya menjadi Dell Computer Corporation dan mulai berekspansi secara global. Michael pun menapak pada masa kejayaannya sebagai pebisnis komputer ulung.

Pada 11 Januari 2013, Michael Dell menyatakan Dell akan menjadi perusahaan privat dan tidak lagi menjual saham ke publik. Dengan nilai pembelian 24,4 miliar, yang membuat mereka keluar dari bursa saham. Dengan mengontrol penuh perusahaannya, Dell pun berharap bisa berjaya lagi seperti dahulu. "Akuilah akan ada kegagalan dan tantangan. Namun Anda akan belajar dari kesalahan Anda dan kesalahan orang lain," katanya suatu ketika.

Courtesy : Inet Detik

Share this

0 Comment to "Rumah Para Raksasa Teknologi di 'Bukit Silicon'"

Post a Comment