Sunday, April 13, 2014

Inilah Alasan Google Tidak Merekrut Lulusan Perguruan Tinggi Terbaik

google-id

Lulusan perguruan tinggi top nampaknya saat ini bukan pilihan utama Google untuk menjadikannya karyawan, sehingga membuka banyak kesempatan bagi semua orang untuk bekerja di perusahaan paling populer tersebut saat ini.

Mengapa Google tidak menghiraukan lulusan universitas top? Tentu saja ada alasan yang kuat mengapa mereka berbuat demikian. Dan inilah alasan tersebut yang telah mereka analisis dalam perkembangan perusahaannya dari tahun ke tahun:

Kepada media New York Time, HRD dari Google, Laszlo Bock menyatakan mengenai alasan tidak merekrut orang-orang cerdas jebolan universitas terbaik:

Graduates of top schools can lack “intellectual humility” atau Lulusan dari sekolah top memiliki kekurangan dalam kerendahan hati terhadap intelektualitas.

Hal tersebut didukung data bahwa bagi mereka yang lulus dari universitas top, biasanya selalu berhasil dalam segala hal terutama dalam akademis dan sangat jarang mengalami kegagalan sehingga tak jarang dari mereka bukan termasuk tipe pemimpin dalam sebuah bisnis.

Google menyatakan bahwa mereka mencari tipe orang yang memiliki kemampuan untuk mengintrospeksi dan merangkul ide-ide orang lain meskipun ide dirinya lebih baik.

Bahkan Bock mengungkapkan "Tanpa kerendahan hati anda tidak dapat belajar", orang pintar sukses jarang mengalami kegagalan, sehingga mereka tidak belajar dari kegagalan tersebut.

Sadar atau tidak kita sadari, kebanyakan orang sukses dalam berbisnis adalah justru kadang mereka yang tidak melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Bock pun menyatakan bahwa, banyak sekolah yang tidak bisa memberikan janji masa depan mereka, yang ada hanyalah tumpukan utang untuk biaya sekolah dan menjadi masalah remaja saat ini di Amerika.

Sudah tidak aneh bahwa banyak dari kita yang ber IQ tinggi tidak serta merta menjadi seorang yang jauh lebih sukses dari mereka yang memiliki IQ lebih rendah. Dan itupula yang dipaparkan Bock, "Kemampuan belajar lebih penting dibandingkan IQ".

Berhasil dalam bidang akademis bukan jaminan memperoleh suatu pekerjaan atau menjadi orang sukses, namun jiwa pembelajar dari setiap masalah dan kegagalan jauh lebih berharga. Bock melanjutkan, bahwa dalam setiap pekerjaan kemampuan kognitif memang perlu dan nomor satu namun kognitif umum bukan IQ.

Kemampuan untuk belajar, memproses dengan cepat, bekerja sama dalam sebuah tim, serta mengumpulkan dan memproses informasi, kemampuan untuk maju dan memimpin yang dibutuhkan saat ini.

Courtesy : Jogja Review

Share this

0 Comment to "Inilah Alasan Google Tidak Merekrut Lulusan Perguruan Tinggi Terbaik"

Post a Comment