Friday, July 11, 2014

Buka Puasa Bersama Keluarga Universitas Brawijaya

Drs. Nurkholis Huda MSi memberikan paparan khutbah


Drs. Nurkholis Huda MSi memberikan paparan khutbah


Kamis (3/7) Pusat Pembinaan Agama (PPA) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan acara Buka Puasa dan Sholat Tarawih Bersama Keluarga Besar UB. Acara yang bertemakan "Membangun pribadi yang mutaqien di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan" ini berlangsung di Masjid Fatahilah gedung rektorat lantai 5, dengan menghadirkan pemateri khutbah Drs. Nurkholis Huda MSi.

Kegiatan rutin tahunan ini dibuka oleh Rektor UB, Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS. Dalam sambutannya, Prof Bisri menghimbau kepada segenap sivitas akademika UB mulai menyeimbangkan pola pikir antara keilmuan dan ibadah. Menurutnya, akademisi terkadang lupa menjalankan ibadah ataupun melakukan hal-hal yang kecil disaat mereka sibuk dengan pekerjaan maupun proses belajar mengajar. "Yah, gampangnya itu kita sudah banyak berilmu tapi masih kurang beramal," ujarnya sambil tersenyum.

Ilmu, ibadah dan pengabdian memang tidak bisa lepas dari kepribadian seorang akademisi. Menurutnya, ketiga hal tersebut dapat menjadi pondasi yang kuat bagi tiap individu hingga institusi itu sendiri. "Kita berharap, agar ibadah yang kita lakukan tidak hanya bertumpu pada pahala yang kita dapat, namun juga menjadi sebuah pelajaran yang berharga. Tidak hanya menjadi pengalaman semata, akan tetapi juga menjadi guru bagi kita," tambahnya.

Disamping itu, Drs Nurkholis Huda dalam paparan khutbahnya menyampaikan bahwa manusia yang memiliki pribadi mutaqien adalah manusia yang dapat menjalankan aspek kejujuran dan kedermawanan. Kedua hal ini menjadi tabu dan langka di era sekarang karena semakin banyaknya masyarakat yang kurang perduli dengan kedua hal tersebut. "Apalagi kejujuran dan dan kedermawanan menjadi aspek yang utama. Dalam artian keduanya dekat dan saling berhubungan di bulan Ramadhan".

Baginya, kejujuran dan kedermawanan itu adalah hal yang mudah untuk dilihat namun sulit untuk dinilai maknanya. Karena kejujuran dan kedermawanan bisa menjadi berbagai macam opini maupun persepsi di mata masyarakat. "Nah kalau sudah begitu, hendaknya kita menuruti kata hati dengan cara yang bijaksana," pungkasnya.

Courtesy : Prasetya Online

Share this

0 Comment to "Buka Puasa Bersama Keluarga Universitas Brawijaya"

Post a Comment