Tuesday, November 25, 2014

Ini yang Bikin Fresh Graduate Gagal saat Interview

Ilustrasi. (Foto: Fox Business)


Ilustrasi. (Foto: Fox Business)


JAKARTA - Bukan kali pertama pihak industri mengeluhkan kompetensi lulusan perguruan tinggi yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Ekspektasi yang terlalu tinggi sering kali membuat para fresh graduate kesulitan mendapatkan pekerjaan di perusahaan idaman.

Demikian disampaikan Senior Manager Corporate Recruitment Mitra Adi Perkasa (MAP), Nani Novianty. Dia mengungkapkan, persoalan yang sering kali ditemui ketika rekrutmen fresh graduate adalah penilaian mereka terhadap diri sendiri yang terlalu tinggi.

"Penilaian mereka terhadap diri sendiri sangat tinggi. Misalnya, karena lulusan kampus ternama, seperti Universitas Indonesia (UI), mereka meminta gaji Rp7 juta. Padahal mereka belum punya pengalaman," kata Nani, ketika berbincang dengan Okezone di Career and Education Fair Career Builder di Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/2/2014).

Saturday, November 15, 2014

Biar Sukses, Lulusan PT Harus Mampu Berkomunikasi

pengusaha-sukses


Hasil survei yang dilakukan oleh National Association of Colleges and Employers (NACE) terhadap 450 pemimpin perusahaan di Amerika menunjukkan, terdapat 20 nilai yang harus dikuasai lulusan perguruan tinggi dalam melamar pekerjaan. Kemampuan berkomunikasi dan integritas berada pada urutan teratas sementara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) menempati peringkat 17.

Menyadari minimnya kualitas softskill para lulusan perguruan tinggi, Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dale Carnegie Training (DCT) menggelar seminar bertema "Interpersonal Competence for Career Growth." Dalam kesempatan tersebut, Head of Corporate Solution, DCT-Bandung Andrianto Kastin didaulat sebagai narasumber.

Perilaku Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

Hidup Sehat ala Rasulullah SAW

Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit.

Diet Rasullulah SAW menyebabkan beliau Rasullulah SAW tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Monday, November 10, 2014

Squid Protein Could Help Brains 'Talk' to Computers

Unfortunately it won't allow humans to squirt ink, at least not yet


Caribbean_reef_squid
The Caribbean reef squid, in the pencil squid family.

Public Domain via Wikipedia

In the most advanced prosthetics--such as this crazy mind-controlled robotic arm--electronic hardware interfaces directly with nerves and muscles in the human body. But getting living tissue to play nice with a circuit board is anything but easy, for a number of reasons. One fundamental obstacle you may not have considered: electronics send signals via negatively charged electrons, whereas many of the communications carried out in living tissues take place through the movement of positively-charged particles, such as calcium and potassium ions.

Now, though, scientists have discovered a new feature of a protein called reflectin, found in a group of animals called pencil squid. It turns out reflectin conducts protons and may be able to bridge the communication divide between cells and biomedical implants. Genetic Engineering and Biotechnology News explains:


Thursday, November 6, 2014

Tips Cara Belajar Efektif Untuk Menghadapi Ujian

http://sigitkataqita.files.wordpress.com/2013/10/belajar1.jpg

1.       Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.

2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.

5 Game Terbaik yang Melatih Otak


JalanTikus.com - Game sudah menjadi sebuah aplikasi yang harus ada disetiap Smartphone Android. Hanya saja, tidak semua game itu mendidik, ada game kurang tepat untuk dimainkan berdasarkan usia.

Nah, Kali ini saya ingin membagikan game yang sekiranya dapat mendidik dan melatih perkembangan otak, dan tentunya dengan membuat kita berpikir.